Hallo Teman-teman, hari
ini saya akan mengajak teman-teman semua untuk berkunjung ke Museum Kain Tenun,
tenang teman-teman ini masih di Indonesia lebih tepatnya di Nusa Tenggara
Timur.
Saya mengajak teman-teman ke Museum kain
tenun khas Nusa Tenggara Timur, buat teman – teman yang suka dan ingin tahu
tentang Budaya Flores, ini merupakan salah satu tempat yang wajib teman – teman
ikut.
Kain Tenun khas Ende Sendiri, merupakan
warisan budaya Indonesia. Kain Tenun memiliki makna yang berbeda bagi
masyarakat Ende. Kain Tenun khas Ende ini memiliki ciri sendiri yang berwarna coklat gelap, hitam, coklat terang, dan masing - masing banyak lagi.
Teman-temanbisabacaKulinerkhasNTTdisini : https://duniajelajahbonsamnt.blogspot.com/2021/04/kuliner-makanan-bubur-kopi-nusa.html
Teman-teman juga perlu tahu, kalau benang yang digunakan dalam kain tenun ini merupakan benang kapas atau bisa di gunakan benang sutra alam. Umumnya kain tenun memiliki motif yang unit dan berbeda – beda sehingga kain tenun ini memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing maupun dalam negeri.
Kak,
bagaimana cara proses pembuatan kain tenun itu sendiri ? nah, cara proses
pembuatan kain tenun itu sendiri terdapat dari yang pertama pemintalan benang, kedua pembuatan motif, ketiga pemberian warna, keempat menyisihkan
benang dan terakhir proses menenun. Hal ini memakan waktu yang lama bahkan
sampai berbulan. Pengrajin kain tenun juga harus memiliki kesabaran, disiplin yang tinggi, dan keuletan karena semua proses kain tenun ini dilakukan secara
tradisional dan manual.
Kain
Tenun di tiap-tiap daerah Flores berbeda – beda dan memiliki motif atau khas
tersendiri yah teman – teman, khusus daerah Flores penghasil kain tenun
di antaranya Maumere, Sikka, Ende, Manggarai, Ngada, Nage, Keo, Lio dan Lembata.
Di sini saya akan membahas motif kain tenun dari Ende dan Lio karena kedua
orang tua saya lahir di sana.
Dari Daerah Ende, menggunakan kain tenun berwarna coklat dan merah serta memadukan dengan motif bergaya Eropa ciri khas motif kain tenun ialah hanya menggunakan satu jenis motif pada bidang di tengah- tengah kain.
Daerah Lio, kain tenun Lio mendapat pengaruh dari kain pentolan India. Motif ini seperti jelamprang pada kain batik. Cara merawat Kain Tenun ada prosesnya seperti : Memisahkan kain Tenun dengan Kain lainnya. ketika teman – teman ingin mencuci kain Tenun, teman – teman tidak di perbolehkan memakai sikat atau mesin cuci karena itu dapat mempengaruhi kain tersebut jadi teman-teman harus menggunakan tangan untuk mencuci kain Tenun tersebut. Setelah teman-teman uda mencuci Kain Tenun tersebut teman-teman jemur tapi jemur kain tenun tersebut harus tepat yang teduh tidak kena panas agar kain terbut tidak pudar karena panas matahari, jadi bisa di bilang kain tersebut di jemur dengan cara diangin-anginkan.
Jadi buat teman-teman, selain Flores terkenal dengan Alamnya. Di Flores juga terdapat Museum Kain Tenun, kita bisa belajar ciri khas kain tenun di tiap – tiap daerah yang berbeda – beda di flores dan ini menjadikan pengalaman yang baru buat teman-teman yang senang mencari budaya yang khas di tiap daerah INDONESIA.
Sekian
untuk blog saya hari ini tentang Museum Kain Tenun, jangan lupa ikuti blog –
blog saya selanjutnya tentang NTT (Flores) dengan cara (klik ikuti) di sebelah kanan layar anda di blog saya. Sampai jumpa dan jaga kesehatan yah
teman – teman. Dah – dah.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar