Tampilkan postingan dengan label Wisata Nusa Tenggara Timur.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Nusa Tenggara Timur.. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Mei 2021

Sunrise Di Danau Kalimutu


     Hallo teman – teman, kali ini saya mengajak teman – teman liburan ke  kampung halaman saya Flores, lebih tepatnya kota Ende Desa Moni.  

     Ketika saya berbicara tentang Flores, pasti di benak teman- teman semua “PULAU KOMODO” yes itu benar tapi ada banyak hal lagi yang teman- teman perlu tau di balik keindahan, kenyamanan, kedamaian, di Flores. lebih tepatnya, saya akan mengajak teman-teman ke kota Ende Desa Moni.

     Teman- teman pasti bertanya mengapa kami di ajak ke kota Ende Desa moni, memang ada hal menarik apa di sana ?  

Baca Disini jugahttps://duniajelajahbonsamnt.blogspot.com/2021/05/museum-kain-tenun-nusa-tenggara-timur.html Dan https://duniajelajahbonsamnt.blogspot.com/2021/04/kuliner-makanan-bubur-kopi-nusa.html 

    hal  yang menarik dan satu-satunya  yang terdapat di Indonesia ialah “DANAU KALIMUTU” atau bisa di bilang Danau 3 warna. Dalam akses perjalanan Teman – teman bisa menuju dari Desa moni  ke gerbang Taman nasional kalimutu dengan berjalan kaki sekitar 30 menit, Desa moni juga bisa teman- teman akses lewat Labuan bajo dengan naik bis jurusan Maumere, kemudian turun di Desa Moni.

   Tiket masuk ke Taman Nasional Kalimutu cukup murah, teman-teman hanya menyiapkan uang sekitar Rp 20 ribu saja untuk tiket masuk, tapi untuk wisatawan asing tiketnya sekitar Rp150 ribu. Di sekitar Danau Kalimutu belum ada penginapan bagi teman-teman dari luar kota, namun jangan khawatir teman, karena Anda masih bisa menyewakan penginapan di Desa Moni ( bagiku sendiri, Desa moni itu rumah ke dua aku setelah Kota Bontang)  yang merupakan gerbang masuk Taman Nasional Kalimutu,  biaya penginapan sekitar Rp 150 ribu rupiah dan Anda bisa menyewa sepeda motor untuk berkeliling di Desa Moni. Adapun juga fasilitas lainya di Danau Kalimutu ialah Area parkir, Toilet, tempat istirahat, sport foto yang menarik, dan warung makan dan minum.

     Ketika teman- teman uda bayar tiket masuk, teman – teman akan bertemu hewan monyet di setiap perjalanan Anda, jadi saya sarankan ke teman- Teman jangan bahwa makanan Anda kalau tidak mau makan Anda di curi atau di ambil paksa oleh sih monyet nakal (hahahha), karena saya sendiri uda merasakan di ambil makanan saya atau di hampir tiap saat dan detik, lebih baik Anda membawah air minum saja karena Anda akan menaiki anak tangga dengan jumlah 236 buah tapi hal semacam itu akan terbayarkan dengan Anda berhasil di puncak Danau Kalimutu pada ketinggian 1.690mdpl.

     Teman- teman pasti bertanya, kenapa Danau ini disebut sebagai Danau 3 warna? Iya,jawabannya karena Danau ini memiliki 3 warna yang berbeda yaitu merah, hijau dan hitam. Namun pada saat saya ke Danau kalimutu Danau ini memiliki warna merah pekat seperti darah, hitam, dan telur asin adapun warna biru dan putih. Danau ini akan berubah warna yah teman-teman yang belum pasti, bisa 3 bulan 1x, bisa 1 tahun 1x atau 5-10 tahun 1x berubahnya warna danau ini. Danau 3 warna ini juga memiliki arti, menurut kepercayaan orang di sana maupun orang tua saya  ialah Danau berwarna biru atau kami menyebutnya “Tiwu Nuwa Muri Koo Fai” yang merupakan tempat berKumpulnya jiwa-jiwa muda – mudi yang telah meninggal. Danau berwara merah atau kami menyebutnya “Tiwu Ata Polo” yang merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalau melakukan kejahatan. Danau berwarna putih atau kami menyebutnya “Tiwu Ata Mbupu” yang merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal.

     Saya akan memberi saran ke teman-teman, biasanya wisatawan asing maupun luar kota akan datang dini hari hanya untuk melihat “Sunrise” dan teman-teman datang sekitar jam 03.00 WIT agar dapat menyaksikan suasana matahari terbit dengan menawan. Namun itu akan gagal ketika sekitar Danau kalimutu hujan deras jadi lebih baik, teman-teman datang di saat cuaca yang begitu bersahabat dengan alam ( cuaca cerah ).




 


     Sekian blog dari saya , kota Ende Desa Moni tentang “Sunrise Di Danau Kalimutu” untuk mencari keindahan alam yang tidak pernah Anda jumpai di tempat  lain. Jangan lupa ikut blog saya dengan cara (klik ikuti di sebalah kanan layar Hp atau laptop) sampai jumpa di blog selanjutnya. Dah,Dah....


Kamis, 06 Mei 2021

Museum Kain Tenun NUSA TENGGARA TIMUR

 

     Hallo Teman-teman, hari ini saya akan mengajak teman-teman semua untuk berkunjung ke Museum Kain Tenun, tenang teman-teman ini masih di Indonesia lebih tepatnya di Nusa Tenggara Timur.

     Saya mengajak teman-teman ke Museum kain tenun khas Nusa Tenggara Timur, buat teman – teman yang suka dan ingin tahu tentang Budaya Flores, ini merupakan salah satu tempat yang wajib teman – teman ikut.

      Kain Tenun khas Ende Sendiri, merupakan warisan budaya Indonesia. Kain Tenun memiliki makna yang berbeda bagi masyarakat Ende. Kain Tenun khas Ende ini memiliki ciri sendiri yang berwarna coklat gelap, hitam, coklat terang, dan masing  - masing banyak lagi.

Teman-temanbisabacaKulinerkhasNTTdisini : https://duniajelajahbonsamnt.blogspot.com/2021/04/kuliner-makanan-bubur-kopi-nusa.html

Teman-teman juga perlu tahu, kalau benang yang digunakan dalam kain tenun ini merupakan benang kapas atau bisa di gunakan benang sutra alam. Umumnya kain tenun memiliki motif  yang unit dan berbeda – beda sehingga kain tenun ini memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing maupun dalam negeri.

  Kak, bagaimana cara proses pembuatan kain tenun itu sendiri ? nah, cara proses pembuatan kain tenun itu sendiri terdapat dari yang pertama pemintalan benang,  kedua pembuatan motif,  ketiga pemberian warna, keempat menyisihkan benang dan terakhir proses menenun. Hal ini memakan waktu yang lama bahkan sampai berbulan. Pengrajin kain tenun juga harus memiliki kesabaran, disiplin yang tinggi, dan keuletan karena semua proses kain tenun ini dilakukan secara tradisional dan manual.

Kain Tenun di tiap-tiap daerah Flores berbeda – beda dan memiliki motif atau khas tersendiri yah teman – teman, khusus daerah Flores penghasil kain tenun di antaranya Maumere, Sikka, Ende, Manggarai, Ngada, Nage, Keo, Lio dan Lembata. Di sini saya akan membahas motif kain tenun dari Ende dan Lio karena kedua orang tua saya lahir di sana.

Dari Daerah  Ende, menggunakan kain tenun berwarna coklat dan merah serta memadukan dengan motif bergaya Eropa ciri khas motif kain tenun ialah hanya menggunakan satu jenis motif pada bidang di tengah- tengah kain.



Daerah Lio, kain tenun Lio mendapat pengaruh dari kain pentolan India. Motif ini seperti jelamprang pada kain batik. Cara merawat Kain Tenun ada prosesnya seperti : Memisahkan kain Tenun dengan Kain lainnya. ketika teman – teman ingin mencuci kain Tenun, teman – teman tidak di perbolehkan memakai sikat atau mesin cuci karena itu dapat mempengaruhi kain tersebut jadi teman-teman harus menggunakan tangan untuk mencuci kain Tenun tersebut. Setelah teman-teman uda mencuci Kain Tenun tersebut teman-teman jemur tapi jemur kain tenun tersebut harus tepat yang teduh tidak kena panas agar kain terbut tidak pudar karena panas matahari, jadi bisa di bilang kain tersebut di jemur dengan cara diangin-anginkan. 

Jadi buat teman-teman, selain Flores terkenal dengan Alamnya. Di Flores juga terdapat Museum Kain Tenun, kita bisa belajar ciri khas kain tenun di tiap – tiap daerah yang berbeda – beda di flores dan ini menjadikan pengalaman yang baru buat teman-teman yang senang mencari budaya yang khas di tiap daerah INDONESIA.

Sekian untuk blog saya hari ini tentang Museum Kain Tenun, jangan lupa ikuti blog – blog saya selanjutnya tentang NTT (Flores) dengan cara (klik ikuti) di sebelah kanan layar anda di blog saya. Sampai jumpa dan jaga kesehatan yah teman – teman. Dah – dah.....